Rabu, 21 Januari 2015

UNKNOWN

UNKNOWN

Seorang pria yang mengenakan jaket jeans (James Caviezel) tiba-tiba terbangun dalam sebuah bangunan yang sekilas mirip gudang bahan-bahan kimia. Beberapa saat kemudian ia menyadari bahwa ia tak sendiri. Di dalam gudang yang sama tampak seorang pria yang terikat (Joe Pantoliano), seorang pria yang terborgol (Jeremy Sisto), dan seorang pria yang tampaknya terluka (Greg Kinnear). Tak lama kemudian sebuah telepon berdering. Barulah ia menyadari bahwa ia tak ingat apa pun termasuk siapa dirinya sebenarnya. Ternyata hal yang sama terjadi pada semua pria di sana termasuk pria yang datang belakangan (Barry Pepper). Mereka semua tidak ingat bagaimana mereka bisa sampai di sana. Yang lebih parah tak satu pun dari mereka yang tahu siapa diri mereka atau orang yang ada di sekitar mereka. Berdasarkan telepon dan beberapa surat kabar yang tergeletak di tempat terkunci itu, mereka baru menyadari bahwa beberapa dari mereka adalah penculik sementara ada di antara mereka yang sebenarnya korban dari penculikan itu. Masalahnya adalah siapa yang penculik dan siapa yang diculik. Ide film ini sebenarnya tak jauh dari film sekuel SAW, MEMENTO atau RESERVOIR DOGS. Dengan sedikit bumbu, maka jadilah ide yang sama itu sebuah film baru. Intinya, kita akan banyak disuguhi adegan di mana kelima tokoh ini bergulat untuk mencari tahu identitas mereka dan kenapa mereka berada di tempat itu. Sayangnya film ini memiliki beberapa celah yang terasa mengganggu. Misalnya saja efek amnesia yang konon disebutkan karena menghirup gas kimia yang ada di ruangan itu atau surat kabar yang berisi berita penculikan namun tidak menampakkan gambar korban penculikan tersebut. Bila Anda tak terlalu memperhatikan detail seperti ini, bisa jadi film ini cukup bisa diterima akal. Namun bagi mereka yang sempat memperhatikan detail seperti ini sudah cukup untuk merusak seluruh jalan cerita yang sudah dibangun. Film bisa jadi berisi hal yang mustahil terjadi namun tetap saja ia harus mengikuti logika dasar atau setidaknya membentuk logika sendiri yang bisa diterima masyarakat.(kapanlagi.com/roc)

0 komentar:

Posting Komentar