Rabu, 21 Januari 2015

Film X Man First Class

Film X Man First Class



13091506121960800743Film sequel dari X Man : Wolverine ini bercerita tentang masa muda Professor Xavier dan Magneto yang dulu dikenal dengan nama Charles dan Erik. Keduanya adalah sahabat yang sama-sama memperjuangkan nasib para mutan yang tidak disukai oleh para manusia. Hanya saja, baik Xavier dan Magneto berbeda sikap mengenai, hubungan para mutan dengan manusia. Charles (Xavier Muda) yang lulusan Oxford University merasa bahwa “jalan damai” adalah cara yang harus ditempuh guna menghilangkan prasangka buruk manusia, sementara Erik merasa perang adalah satu-satunya jalan agar ras mutan berkuasa di bumi.
Perbedaan jalan yang dipilih Xavier dan Magneto ternyata diakibatkan oleh perbedaan masa kecil yang sangat kentara. Sejak awal film ini diputar, Erik kecil sudah dipertontonkan kekejaman Nazi yang dengan kejam memisahkan kedua orang tuanya. Erik diperlihatkan dengan mata telanjang bagaimana Sebastian Shaw, veteran perang Nazi yang terobsesi orang-orang dengan kekuatan super, membunuh dengan keji ibu Erik didepan mata kepalanya sendiri. Sedangkan Charles Xavier adalah seorang anak kecil yang mapan, tinggal di rumah mewah, berpendidikan baik, sehingga sejak kecil pun ia bisa menerima kemunculan orang asing yang sama dengan dirinya, seorang mutant bernama Raven yang belakangan dikenal dengan nama Mystique.]
Perbedaan jalan Xavier dan Magneto, sejak awal memang sangat kentara dan menjadi inti kisah di keseluruhan film-film X Men, (terkecuali X Man Wolverine) hanya saja di film ini, tidak hanya pertentangan yang ditampilkan tetapi juga mempertunjukkan keakraban pertemanan yang dijalin antara Xavier dan Magneto. Kedua sahabat ini punya cita-cita yang sama untuk merekrut banyak orang-orang berkekuatan mutan. Erik dan Charles berburu keseluruh penjuru Negara untuk menemukan banyak para fellow (murid) yang akan dilatih dan hidup bersama dalam komunitas mutan.
Perburuan mutan yang dilakukan Magneto dan Xavier berbuah sukses, mereka berhasil mengumpulkan setidaknya lima fellow yunior yakni Angel Salvadore, Sean “Banshee” Cassidy, Armando “Darwin” Munoz, Hank “Beast” McCoy dan Alex “Havok” Summer. Selain Xavier, Magneto, dan Mystique, disini juga ada mutan senior lain seperti Sebastian Shaw, Emma Frost, Azazel, dan Riptide. Disini penulis masih ragu apakah sekelompok mutan ini yang disebut first class atau kelima fellow yunior itu.
Dimunculkannya banyak konflik dalam film ini membuat penonton agak kurang memahami inti konflik, apakah pertentangan antara banyak faksi dalam kelompok mutan ini atau latar belakang perang dingin di teluk babi Kuba yang menjadi pemicu klimaks film ini. Penonton yang cerdas bisa memahami dengan jelas jikalau pertentangan faksi Xavier-Magneto vis a vis Sebastian Shaw, dan Perang Dingin di teluk Kuba hanyalah background yang mengalirkan cerita, sedangkan intinya adalah perpecahan internal kubu Xavier vs Magneto yang memecah kelompok mutan menjadi dua, pecinta damai dan penggemar perang.
Film yang disutradarai oleh Mathew Vaughn ini berhasil memecahkan rekor Box Office untuk film-film musim panas di Holywood akhir juni ini, menggantikan posisi Pirates of Carribean : On The Stranger Tides garapan Disney. Film yang disadur dari komik marvel ini menampilkan bintang-bintang baru semisal Michael Fassbender (Erik/Magneto), Jennifer Lawrence (Raven/Mystique) Alex Gonzales (Riptide) dan beragam karakter lainnya semisal Lucal Till (Alex/Havok). Film berbujet 140 Juta Dollar US ini dibiayai rumah produksi Fox dengan produser eksekutif Stan Lee. Penonton boleh tertawa dengan yang satu ini, saat perburuan mutan berlangsung, Hugh Jackman muncul sebagai cameo dan memerankan Wolverine. Hahaha, karakter Wolverine memang tidak bisa dilepaskan dari seri film franchise X Men.

Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2

Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2

Sinopsis Film Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2. Setelah pemakaman, Harry bertanya kepada Griphook tentang pedang, dimana dengan pedang tersebut ia berhasil melarikan diri. Harry juga bertanya kepada pembuat tongkat, Ollivander, apakah mungkin untuk memperbaiki tongkatnya yang patah. Harry setuju, tapi dalam hati menggeliat memikirkan kebohongan putih. Lupin bertanya kepada Harry, apakah ia mau menjadi ayah baptis dari bayinya, dan Harry setuju.

Harry tiba-tiba mengakui dia sebagai saudara Dumbledore. Harry, setelah mendapatkan beberapa desakan dari Ron dan Hermione, setuju untuk membiarkan mereka membantu. McGonagall memberitahu Harry bahwa ia dan yang lain akan mengamankan benteng melawan Voldemort selama mereka bisa, supaya Harry dapat mencari mahkota itu.

Para Death Eaters, Malfoy, Bellatrix, Snape, dan kelompok Voldemort berkumpul bersama di hutan disekitar benteng. Bellatrix terpisah dengan para Death Eaters. Blaise telah dilucuti oleh Harry dan kemudian tertegun oleh Hermione. Harry, Ron, dan Hermione harus menyeret tubuh Fred keluar, dan Harry tidak dapat mengizinkan dirinya untuk berduka. Keluar dari ruangan yang sangat bising, Voldemort lebih memperbesar suaranya mengatakan jika Harry tidak menyerahkan diri, dalam satu jam, maka ia akan membunuh setiap orang yang Harry cintai, dan kemudian dia akan membunuh Harry.

Hermione mencoba untuk menghentikannya, tetapi Harry meninggalkan ruang besar tersebut. Snape dan Voldemort berdiri di garasi perahu. Voldemort meninggalkan garasi perahu, dan tangan (Harry) meraih dan menarik Snape ke dermaga. Snape cepat menarik keluar tongkatnya, dan ekstrak memori dan memberikan kepada Harry. Snape memberitahu Harry “Lihatlah aku”, lalu Snape perlahan berdarah sampai mati.

Dumbledore memberitahu Harry bahwa ia (Harry) tidak benar-benar mati, dan menjelaskan kepadanya bahwa karena Harry membiarkan Voldemort membunuh dia, bahwa bagian Voldemort yang ada di dalam Harry sekarang hilang. Harry masih tidak mengerti mengapa dia tidak mati, namun, dan Dumbledore mengatakan kepadanya bahwa karena Voldemort menggunakan darah Harry untuk meregenerasi dirinya sendiri, perlindungan Lily sekarang di dalam keduanya. Juga Dumbledore memberitahu Harry tentang Hallows, dan bagaimana selama ini Harry memiliki Jubah ajaib dari legenda. Voldemort membuat Hagrid membawanya kembali ke kastil untuk menunjukkan tubuh semua orang Harry.

Trailer Film Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2 dibintangi oleh Daniel Radcliffe, Rupert Grint, Emma Watson, Alan Rickman, Gary Oldman, Ralph Fiennes, Bonnie Wright, Michael Gambon, dan disutradarai oleh David Yates.

Cerita film ini akan berakhir di film Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2. Pertempuran antara kekuatan baik dan jahat dari dunia Sihir menjadi perang yang luar bisas. Harry (Daniel Radcliffe), Hermione (Emma Watson), dan Ron (Rupert Grint) mempersiapkan diri untuk pertempuran terakhir dengan Lord Voldemort (Ralph Fiennes). Harry Potter mungkin disebutkan akan membuat pengorbanan tertinggi untuk mengalahkan penyihir gelap. Semuanya berakhir di sini
www.legendafilm.com

CARS 2

CARS 2

Bagi kamu yang belum mengetahui banyak mengenai film Pixar selanjutnya yang merupakan sequel dari Cars, beberapa saat lalu mereka telah merilis sinopsis resmi dari film tersebut. Sebelumnya Pixar sudah memperlihatkan teaser trailer dari Cars 2 yang menandakan bahwa Lighning McQueen dan Mater sedang dalam sebuah misi sebagai mata-mata. Agar semua menjadi jelas berikut adalah sinopsis resmi Cars 2:
“Lightning McQueen (Owen Wilson) bersama dengan temannya truk gandengnya Mater (Larry the Cable Guy) membawa persahabatan mereka ketempat baru yang menarik di Cars 2 dimana mereka pergi ke luar negeri untuk berkompetisi pada World Grand Prix untuk menentukan mobil tercepat didunia. Tetapi pada perjalanan ke lomba tersebut terdapat banyak lubang, pemberhentian, dan kejutan seperti pada saat Mater menemukan petualangan menariknya sendiri yaitu: spionase internasional. Bingung antara membantu Lightning McQuenn pada kompetisi atau mengikuti misi spionase yang top-secret, petualangan Mater membawanya kepada pemburuan melalui jalan di Jepang dan Eropa, yang diikuti oleh teman-temannya dan dipertontonkan oleh seluruh dunia. Selain itu akan terdapat berbagai mobil baru yang berwarna seperti agen rahasia, villains, dan kompetitor lomba dari berbagai belahan dunia.
John Lasseter kembali sebagai sutradara setekah memenangkan Golden Globe pada tahun 2006 melalui Cars. Ia akan dibantu oleh Brad Lewis, yang merupakan sutradara Ratatouille, dan Denis Ream sebagai produser (Up, Star Wars: Episode III - Revenge of the Sith).”
Meskipun antisipasi terhadap film ini tidak setinggi film Pixar lainnya yaitu Toy Story 3, namun plot yang ditawarkan pada Cars 2 merupakan sesuatu yang baru dan penuh dengan twist. Selain itu Pixar juga memperlihatkan gambar resmi pertama Cars 2:

UNKNOWN

UNKNOWN

Seorang pria yang mengenakan jaket jeans (James Caviezel) tiba-tiba terbangun dalam sebuah bangunan yang sekilas mirip gudang bahan-bahan kimia. Beberapa saat kemudian ia menyadari bahwa ia tak sendiri. Di dalam gudang yang sama tampak seorang pria yang terikat (Joe Pantoliano), seorang pria yang terborgol (Jeremy Sisto), dan seorang pria yang tampaknya terluka (Greg Kinnear). Tak lama kemudian sebuah telepon berdering. Barulah ia menyadari bahwa ia tak ingat apa pun termasuk siapa dirinya sebenarnya. Ternyata hal yang sama terjadi pada semua pria di sana termasuk pria yang datang belakangan (Barry Pepper). Mereka semua tidak ingat bagaimana mereka bisa sampai di sana. Yang lebih parah tak satu pun dari mereka yang tahu siapa diri mereka atau orang yang ada di sekitar mereka. Berdasarkan telepon dan beberapa surat kabar yang tergeletak di tempat terkunci itu, mereka baru menyadari bahwa beberapa dari mereka adalah penculik sementara ada di antara mereka yang sebenarnya korban dari penculikan itu. Masalahnya adalah siapa yang penculik dan siapa yang diculik. Ide film ini sebenarnya tak jauh dari film sekuel SAW, MEMENTO atau RESERVOIR DOGS. Dengan sedikit bumbu, maka jadilah ide yang sama itu sebuah film baru. Intinya, kita akan banyak disuguhi adegan di mana kelima tokoh ini bergulat untuk mencari tahu identitas mereka dan kenapa mereka berada di tempat itu. Sayangnya film ini memiliki beberapa celah yang terasa mengganggu. Misalnya saja efek amnesia yang konon disebutkan karena menghirup gas kimia yang ada di ruangan itu atau surat kabar yang berisi berita penculikan namun tidak menampakkan gambar korban penculikan tersebut. Bila Anda tak terlalu memperhatikan detail seperti ini, bisa jadi film ini cukup bisa diterima akal. Namun bagi mereka yang sempat memperhatikan detail seperti ini sudah cukup untuk merusak seluruh jalan cerita yang sudah dibangun. Film bisa jadi berisi hal yang mustahil terjadi namun tetap saja ia harus mengikuti logika dasar atau setidaknya membentuk logika sendiri yang bisa diterima masyarakat.(kapanlagi.com/roc)

My Name Is Khan

My Name Is Khan

Film keempat garapan Karan Johar ini mengisahkan tentang Rizwan Khan (Shahrukh Khan) yang menderita Asperger’s syndrome. Dia tidak seperti orang-orang kebanyakan, karena sikapnya yang sedikit aneh seperti terus membungkuk, berjalan setengah melompat, tak menatap mata lawan bicaranya, bergumam menirukan suara-suara orang lain, takut pada tempat-tempat yang baru, warna kuning, dan kebisingan, dia juga tidak bisa mengekspresikan perasaannya, dan selalu menggenggam tiga butir kerikil. Meskipun demikian dia sangat jenius. Di scene awal film ini, tampak Rizwan sedang mengetik, mencari data-data tentang presiden Amerika, George W. Bush, melalui internet. Dia menjadawalkan perjalanannya sesuai perjalan George W. Bush. Namun saat di bandara San Francisco dia dicurigai sebagai teroris dan terlambat naik pesawat.
Dia menuliskan perasaan dan segala yang dialaminya pada buku catatan pemberian ibunya. Adanya flash back saat scene itu membuat penonton mengenal Rizwan Khan lebih dekat. Dia yang sejak kecil menderita syndrome seperti anak autis membuatnya dianiaya di sekolah. Ibunya yang diperankan oleh Zarina WahabJimmy Shergill) kurang diperhatikan sehingga dia cemburu dan hubungannya dengan Rizwan menjadi kurang baik. Setelah mereka dewasa, adiknya memutuskan mengambil beasiswa ke Amerika sedangkan Rizwan tinggal bersama ibunya di Mumbai, India. tidak putus asa dan memohon seseorang untuk menjadi gurunya. Rizwan menguasai bahasa Inggris dan dapat memperbaiki alat-alat yang rusak. Hal tersebut membuat ibunya semakin bangga dan mencurahkan seluruh perhatian padanya. Padahal Rizwan memiliki seorang adik bernama Zakir yang juga sangat pintar, tapi Zakir (
Terdapat scene saat Rizwan menguping percakapan orang-orang di depan rumahnya saat terjadi bentrok antara orang hindu dan muslim yang terjadi di Mumbai. Mereka mengucapkan kata-kata kasar dan Rizwan mengikutinya. Ibunya terkejut mendengar ucapan Rizwan yang terus berulang, lalu dia mengajarinya tentang perbedan yang ada di dunia bahwa tak ada bedanya orang hindu dan muslim, karena di dunia hanya ada dua macam orang yaitu orang baik dan orang jahat.
Perjalanan Rizwan berlanjut menggunakan bis dan flash back saat Ibunya meninggal dan dia ikut Zakir ke Amerika. Dia tinggal di San Francisco dan membantu pekerjaan Zakir dengan mempromosikan produk kecantikan. Rizwan mencoba semua produknya dan mengingat khasiat produknya. Kemudian dia mempromosikannya dengan sangat jujur. Saat akan menyebrang jalan dia melihat banyak warna kuning di sekitarnya, membuatnya ketakutan dan hampir tertabrak kereta listrik. Semua orang kesal dan berteriak, membuat Rizwan semakin panic, tapi seseorang menyuruh mereka semua tenang dan meninggalkannya. Disitulah awal pertemuannya dengan Mandira (Kajol), seorang janda muda yang memiliki seorang anak bernama Sameer (Yuvaan Makaar). Rizwan menyukainya dan selalu datang ke salon tempat Mandira bekerja.
Istri Zakir, Haseena (Sonya Jehan), adalah seorang dosen psikologis dan dia yang pertama kali mendiagnosis Rizwan menderita Asperger’s syndrome. Dia memberikan Rizwan handy came agar dia tidak takut pada tempat-tempat baru. Handycame itu tidak hanya berguna untuk mengatasi ketakutannya, tapi dia gunakan juga untuk merekam Mandira saat sedang bekerja. Rizwan meminta Mandira memotong rambutnya dan saat itu dia mengatakan, “Marry me”. Mandira terkejut dan menganggap Rizwan hanya bercanda, tapi dia terus mengatakannya berulang-ulang sampai Mandira kesal dan memberikan syarat padanya untuk menemukan satu tempat di San Francisco yang belum pernah dia kunjungi.
Sameer (Sam) mulai menyukai Rizwan saat mereka pergi ke museum dan Rizwan berhasil memenangkan kuis dengan menebak nama binatang sebanyak-banyaknya. Kemudian Rizwan bersama Madira dan Sam mengunjungi tempat-tempat yang dia janjikan pada Madira, namun semua tempat yang mereka kunjungi sudah pernah Madira kunjungi sebelumnya. Sampai suatu hari Rizwan mengajak Madira keluar dan melihat kota San Francisco dari atas bukit yang tertutup awan lalu pelan-pelan awannya menghilang menunjukan kemegahan kota. Madira tersentuh dan mau menikah dengan Rizwan. Ekspresi Rizwan saat itu tampak dipaksakan dan menjadi sangat menggelikan, sepertinya Shahrukh Khan berusaha keras menahan luapan kegembirannya mengingat perannya sebagai penderita Asperger’s syndrome.
Madira dan Rizwan menikah tanpa persetujuan Zakir. Dia hanya ingin adiknya menikah dengan orang beragama Islam, sedangkan Madira beragama Hindu. Meskipun Zakir tidak setuju, pernikahan tetap berlangsung dan Haseena datang merestui mereka. Mereka tinggal di kota Banville, bertetangga dengan keluarga Garrick. Mereka hidup harmonis, Madira membuka salon sendiri dan Rizwan berhasil menjadi ayah yang baik sekaligus teman terbaik bagi Sam Khan (membawa nama belakang ayahnya).
Namun serangan WTC pada 11 September yang berkaitan dengan perang Afghanistan dan agama Islam merubah segalanya. Rizwan dan Madira mengunjungi keluarga Garrick yang kehilangan anggota keluarganya akibat serangan WTC. Rizwan menggunakan baju koko serba putih dan membaca surat Al-Fatihah diantara orang-orang yang membawa lilin yang beragama Kristen. Orang-orang disekitarnya menghindar dan memnadang sinis kearahnya. Reese anak dari keluarga Garrick, yang juga sahabat Sam, juga menjauhi Sam. Di sekolah Sam dikucilkan dan dikerjai teman-temannya karena memiliki nama belakang Khan.
Rizwan memberikan Sam sepatu, namun Sam sedikit kesal karena kejadian di sekolahnya. Tak lama kemudian dia meminta sepatunya dan meminta maaf karena telah membentak. Keesokan harinya dia menggunakan sepatu itu. Dia menemui Reese memintanya berteman kembali, tapi terjadi perdebatan diantara mereka di lapangan sepak bola. Hal itu menarik perhatian siswa senior dan ikut menghajar Sam. Sam tidak terima dirinya terus disalahkan karena kejadian 11 September itu. Reese mencoba melerai tapi anak yang lain memegangnya. Sam menendang bola dan mengenai kepala salah satunya. Dan anak itu menendang balik tepat ke jantung Sam. Hal itu menyebabkan Sam meninggal.
Madira sangat tertekan dia menyesal karena menikahi seseorang yang memiliki nama Khan. Dia juga terus mencari tahu siapa yang membunuh anaknya. Sedangkan Reese terus menutup mulut karena diancam siswa senior. Madira meminta Rizwan pergi. Saat adegan ini Kajol beracting optimal, dia meluapkan kesedihannya di tengah lapangan tempat Sam meninggal. Dia berteriak pada Rizwan dan merasa lebih baik mati. Rizwan yang panic memintanya jangan mati. Lalu Madira mengusir Rizwan dan dia baru boleh kembali setelah mengatakan pada Presiden dan semua warga Amerika kalau yang bernama Khan bukan teroris dan Sam bukan teroris. Dia tidak bersalah..
Rizwan pun pergi menggunakan sepatu Sam dan melakukan perjalanan menemui Presiden.

Alur maju-mundur dalam film ini tidak begitu menganggu karena flash back ditempatkan di sela-sela perjalanan Rizwan. Banyak orang yang dia temui dari mulai sepasang muslim yang enggan sholat karena menyesuaikan diri dengan orang disekitarnya yang bukan muslim, pemilik penginapan yang diserang oleh berandalan karena dia orang India dan dikira muslim, hingga seorang anak Afrika-Amerika, Joel, yang tinggal di Wilhemina, Georgia. Dia tinggal di rumah Joel dan Mama Jenny. Adegan yang menyedihkan saat Rizwan bercerita tentang Sam di Gereja Wilhemina. Dia menceritakan apa adanya dan membuat orang-orang, yang juga kehilangan anak dan saudara akibat perang, meneteskan air mata. Rizwan tidak bisa berkata lagi. Dia tidak bisa menangis meskipun hatinya sangat sakit. Joel melengkapi suasana itu dengan menyanyikan lagu We Shall Overcome dan Rizwan bergumam lagu very Indianya Honge Kaamyaab yang pernah dinyanyikan dengan Madira. Semua orang di gereja berdiri dan bernyanyi untuk Rizwan. “We shall overcome, We shall overcome, We shall overcome, some day. Oh, deep in my heart, I do believe. We shall overcome, some day.”

Rizwan melanjutkan perjalanan, sebelumnya dia gagal menemui Presiden, sehingga kini di Los Angeles dia memprediksi jalur yang akan dilewati Presiden. Dia berdoa terlebih dahulu di mesjid, disana Faisal Rahman (Arif Zakaria) sedang berpidato dan menyerukan untuk melawan bangsa Yahudi. Rizwan menentangnya dan melemparkan kerikil sambil meneriakan kata setan pada Faisal Rahman. Rizwan menghubungi FBI dan mengatakan kalau disana ada teroris, tapi mereka tidal merespon. Saat Presiden Bush datang, dia menerobos kerumunan orang sambil meneriakan “My name is Khan and I am not a terrorist!” Seorang reporter merekam Rizwan dan sadar apa yang dikatakannya, namun orang disekitarnya mengira kalau dia teroris. Rizwan ditangkap dan diletakan di sel yang sewaktu-waktu suhunya berubah dari panas hingga dingin seperti dalam lemari es.

Reporter magang yang merekam Rizwan penasaran dengan pernyataannya dan dia yakin pria bernama Khan itu bukan teroris. Di medianya rekaman itu ditolak, sehingga dia meminta tolong pada Reporter senior untuk menayangkannya. Zakir dan Haseena diwawancarai, mereka menjawab pertanyaan mengenai alasan Khan melontarkan pertanyaan itu. Lalu hal itu menimbulkan empati dan dukungan dari berbagai pihak. Rizwan pun dibebaskan. Kepolisian melacak rekaman suara saat Rizwan menghubungi FBI dan menangkap Faisal Rahman.

Saat Rizwan akan keluar kantor polisi dia mencium parfum Madira. Dia berlari ke pintu belakang mengikuti aroma istrinya dan melihat Madira yang akan naik taksi. Dia merasa tenang saat melihatnya lagi, tapi belum bisa kembali karena belum menepati janjinya. Di toko barang elektronik dia melihat tayangan mengenai badai yang melanda Wilhemina, Georgia. Dia mengkhawatirkan Mama Jenny dan Joel, sehingga dia menunda perjalanannya. Banjir setengah badannya tidak membuatnya menyerah, semua rumah telah hancur dan telah banyak korban yang meninggal. Dia menuju gereja dan menemukan semua orang berkumpul disana dalam keadaan yang memprihatinkan. Untunglah Mama Jenny dan Joel selamat. Mama Jenny terkejut melihat Rizwan datang, dia menyuruhnya pergi karena disana sangat berbahaya. Tepat saat itu atap gereja roboh dan Rizwan memperbaiki semuanya. Hanya satu yang tak bisa Rizwan perbaiki, yaitu nyawa seseorang.

Reporter menemukan Rizwan di Georgia lalu menayangkan liputannya. Semua orang yang berempati pada Rizwan datang berbondong-bondong membawa bantuan untuk warga Wilhemina yang selama ini terpinggirkan karena berkulit hitam. Salah seorang senat berkulit hitam menonton tayangan itu dan kagum pada kegigihan dan ketulusan Rizwan. Di waktu yang sama, Reese memberitahu Madira tentang pelaku yang membunuh Sam. Reese dan siswa senior di sekolahnya ditahan polisi. Sarah (Katie A. Keane), ibu Reese dan juga sahabat Madira, meminta padanya untuk memaafkan Rizwan. Dia mengatakan “I’ve lost my husband, so don’t lose him.” Maka Madira pergi Georgia untuk menemuinya. Saat mereka bertemu, seorang pengikut Faisal Rahman datang dan menusukan pisau di perut Rizwan. Rizwan segera dirawat di Rumah Sakit, ditemani Madira. Saat Rizwan sadar, Madira menyuruhnya berhenti menemui Presiden. Tapi Rizwan mengatakan kalau dia selalu menepati janji.

Rizwan akhirnya dapat bertemu dengan presiden yang baru, seorang senat berkulit hitam yang mengaguminya, Barack Obama (Christopher B. Duncan). Dia berkata pada Rizwan, “Your name is Khan and you are not a terrorist”.

Film ini mengandung banyak pesan. Selain kegigihan seorang penderita Asperger’s syndrome dalam menepati janjinya. Jika ingat pesan ibunya Rizwan, di dunia ini hanya ada dua macam orang yaitu orang baik dan orang jahat, maka kita tinggal memilih akan menjadi orang macam apa? Dan tentunya setelah menonton film ini kita memilih menjadi orang baik yang disenangi dan dikagumi banyak orang seperti Khan. Kita harus selalu ingat bahwa tidak ada perbedaan antara agama, ras, suku, atau warna kulit karena kebaikan bisa kita lakukan pada siapa pun. Fim ini juga membuktikan kebenaran pernyataan ‘di balik kekurangan selalu ada kelebihan’, dan Rizwan Khan memiliki kelebihan otak yang encer dan hati yang tulus.

Karan Johar memberikan warna yang berbeda pada film ini, tiga film sebelumnya yaitu Kuch Kuch Hota Hai (1998), Kabhi Khushi Kabhie Gham (2001), Kabhi Alvida Naa Kehna (2006) dan film-film Bollywood lainnya selalu ada tarian dan lagu dengan latar yang berubah-ubah dari mulai taman berbunga, pepohonan, kolam, sampai basah-basahan. Tapi film ini sangat berbeda! Semua natural dan tidak ada perubahan latar dan music yang drastic. Ada saat Kajol dan Shahrukh Khan menari dengan pengamen sambil memberikan buah dan itu sangat singkat. Saat Kajol dan Shahrukh Khan berada dalam satu frame mereka lebih sering memberikan kesan yang lucu, mungkin karena Shahrukh Khan menjadi penderita Asperger’s syndrome atau karena Karan Johar yang mengurangi kesan romantic di film ini. Meskipun berbeda, film ini menjadi dapat dinikmati oleh siapa pun, tidak hanya pencinta Bollywood.

Pasangan Kajol dan Shahrukh Khan menjadi pasangangan yang fenomenal, selain di film ini mereka juga pernah berpasangan di film Dilwale Dulhania Le Jayenge (Dir. Aditya Chopra -1995), Kuch Kuch Hota Hai (Dir. Karan Johar - 1998), Kabhi Khushi Kabhie Gham (Dir. Karan Johar - 2001). Pasangan paling romantic ini telah merebut hati penonton sejak awal, acting mereka juga tidak diragukan lagi karena selalu maksimal dan natural. Peran Shahrukh Khan di film ini memang lebih sulit, namun Kajol dapat mengimbanginya sehingga Shahrukh Khan tidak terlihat terlalu aneh, malahan dia tampak luar biasa.

Meskipun film bertema autis bukan satu-satunya dimiliki My Name is Khan, namun film ini mengandung pesan yang sangat menyentuh. Film lainnya yang bertema autisme adalah Tom Hanks is Forrest Gump, Rainman, dan I am Sam. Ketiga film itu memiliki cirri khas sendiri dan pemerannya juga berhasil menampilkan perannya dengan sangat baik. Tom Hanks dalam film Forrest Gump menjadi orang ber IQ 75 yang memiliki kelebihan berlari sangat cepat melebihi orang normal. Dustin Hoffman dalam Rain Man merupakan sarjana autis yang cacat dan film ini terinspirasi dari kisah nyata Kim Peek. Sedangkan Sean Penn dalam I am Sam adalah seseorang yang berusia 40 tahun tapi sikapnya seperti anak kecil berusia 7 tahun. Dari ketiga peran tersebut hanya Shahrukh Khan lah yang tidak terlalu menonjolkan autismenya. Dia memang berbeda dari orang normal, tapi dia memiliki kehidupan normal. Lagi pula jalan cerita di film ini juga tidak terlalu kompleks. Meskipun mengangkat banyak isu seperti Asperger’s syndrome, bentok Hindu-Islam di Mumbai, Tragedi WTC, diskriminasi agama Islam di Amerika, ras Afrika-Amerika yang terpinggirkan, hingga pergantian presiden Amerika, namun inti cerita dari film ini sangat simple yaitu perjalanan seorang ayah yang menderita Asperger’s syndrome untuk menemui Presiden dan mengatakan bahwa yang bernama Khan bukanlah teroris. Sedangkan film serupa yang mengisahkan perjalan seorang autisme dalam film “Forrest Gump” tampak lebih kompleks karena memiliki banyak kisah dari mulai dia kecil, menjadi tentara, menjadi atlet tenis meja, lalu bertemu kembali dengan teman kecil yang dia cintai, lalu wanita itu hilang dan dia mencarinya dengan berlari mengelilingi Amerika Serikat selama lebih dari tiga setengah tahun, saat menemukannya wanita itu memiliki anaknya dan kemudian mati karena virus. Sulit memahami inti ceritanya dan hanya seperti sebuah perjalan yang dramatis.

Jika dilihat berdasarkan sinematografinya, film ini banyak memunculkan tempat-tempat baru yang fresh. Dari mulai Mumbai hingga San Francisco. Setting desa terpencil di Wilhemina juga sangat bagus dan kontras dengan kota besar San Francisco. Apalagi view di atas kota San Francisco yang ditunjukan Rizwan pada Mandira, sangat indah dan romantis!

Penggarapan film ini pastilah tidak mudah, ada beberapa hal kecil yang kurang diperhatikan sutradara muda sukses ini, seperti ketakutan Rizwan pada warna kuning. Saat Rizwan tertinggal bis dan tak memiliki uang lagi dia membuat papan bertuliskan “Repair Almost Anything” yang berwarna kuning, entah karena pencahayaannya yang salah atau benar-benar papan itu berwarna kuning, tapi Karan mungkin lupa kalau Rizvan akan histeris ketika melihat warna kuning. Dan saat Riwan beberapa kali berada diantara kerumunan orang yang sudah pasti bising, penonton akan sedikit heran dan bertanya apa dia menggunakan penutup telinga seperti saat naik kereta listrik dengan Mandira? Pada awalnya sedikit saja kebisingan dan warna kuning bisa membuat Rizwan lari terbirit-birit atau menutup kuping panic, tapi lama kelamaan dia seperti biasa menghadapi semua itu. Atau ketakutan-ketakutan itu hanya untuk menguatkan fakta kalau Rizwan penderita Asperger’s syndrome? Lalu satu hal lagi mengenai Rizwan yang tidak bisa meluapkan emosi. Ada saat dia meneteskan air mata di rumah sakit, saat dirawat akibat luka tusukan pengikut Faisal Rahman, padahal saat kematian ibunya dan Sam dia sama sekali tidak menangis. Memang saat itu Shahrukh Khan telah melewati banyak rintangan untuk menepati janjinya dan dia juga terharu karena Mandira akhirnya ada disisinya lagi, tapi seharusnya dia ingat kalau dia adalah Rizwan Khan. Kecuali kalau ternyata cinta bisa menyembuhkan Asperger’s syndrome, maka semua ketakutan dan hal yang tidak biasa bagi Rizwan boleh saja tidak dimunculkan lagi. Tapi selebihnya film ini sangat bagus dan tak heran jika mendapatkan banyak penghargaan!

Alice In Wonderland

Alice In Wonderland

Film ini diawali dengan scene Charles Kingsleigh (Marton Csokas), ayah Alice (Mairi Ella Challen) saat tengah merundingkan bisnis dengan teman-temannya. Alice terbangun dari tidurnya. Ia lalu bercerita pada ayahnya tentang mimpinya yang aneh. Ia jatuh ke lubang dan bertemu kelinci berjas, kucing yang tersenyum dan ulat berwarna biru. Snene lalu beralih ke perjalanan Alice dewasa (Mia Wasikowska) dengan kereta kuda ke tempat pesta pertunangannya berlangsung. Alice ditunangkan pada Hamish (Leo Bill), tapi ia malah lebih tertarik pada kelinci berjas yang terus ia impikan sejak masih kecil. Karena itu saat Hamish melamarnya di depan semua tamu yang hadir, Alice berujar ia perlu waktu dan berlari mengejar kelinci ke sebuah pohon. Alice jatuh ke dalam lubang, persis seperti mimpinya.

Alice lalu meminum cairan dalam botol yang ia temukan sehingga tubuhnya menyusut dan bisa masuk melalui pintu. Ia lalu memakan makanan yang ia temukan dan tubuhnya menjadi berukuran raksasa. Ia sampai di sebuah taman dan bertemu dengan Tweedledee, Tweedledum (Matt Lucas), White Rabbit (Michael Sheen), dan Dormouse (Barbara Windsor). Mereka memberitahu Alice bahwa menurut ramalan oracle, Alice adalah orang yang diramalkan akan mengalahkan Jabberwocky (Christopher Lee). Mereka membawa Alice kepada Absolom, ulat bulu berwarna biru yang senang merokok untuk menanyakan apakah Alice Kingsleigh memang orang yang selama ini mereka nantikan untuk memenuhi ramalan. Belum selesai bicara, tiba-tiba mereka dikepung oleh pasukan Red Queen dan Alice dikejar Bandersnatch. Ia lalu bertemu dengan Cheshire Cat (Stephen Fry) yang lalu mengobati luka Alice akibat ulah Bandersnatch dan Mad Hatter (Johnny Depp) yang menyembunyikan Alice di dalam poci teh agar tidak ditangkap Ilosovic Steyne, kaki tangan Red Queen (Helena Bonham Carter) yang mencari Alice.
Bersama Mad Hatter dan White Rabbit, Alice lalu menyusup ke istana untuk mencari pedang vorpal untuk membunuh Jabberwocky. Sayangnya misi mereka gagal dan Mad Hatter dipenjara karena menolak memberitahu di mana keberadaan Alice. Red Queen yang tidak mengetahui identitas Alice menerimanya tinggal di dalam istananya. Alice lalu mengembalikan bola mata Bandersnatch sehingga Bandersnatch jadi berpihak padanya dan membiarkan Alice mengambil pedang vorpal. Bahkan Bandersnatch yang menyelamatkan Alice saat identitas Alice terbongkar saat mencoba menyelamatkan Mad Hatter.
Alice lalu menemui White Queen. Berkat pertolongan Cheshire Cat, Mad Hatter juga berhasil bebas dari hukuman mati dan menyusul Alice. Meski sempat ragu, Alice akhirnya setuju untuk mewakili White Queen melawan Jabberwocky, sementara Mad Hatter mengalahkan Ilosovic. Red Queen dan Ilosovic akhirnya ditangkap dan takhta kerajaan diberikan pada White Queen. Alice pun memutuskan pulang meski sempat diminta tinggal oleh Mad Hatter. Alice berjanji akan kembali ke Wonderland. Ia lalu merangkak keluar dari lubang dan kembali pada saat pesta pertunangannya. Ia menolak lamaran Hamish dan memilih berlayar ke China untuk meneruskan cita-cita ayahnya berbisnis hingga ke penjuru dunia.
Film ini sangat menghibur dan tidak membosankan. Dari plot yang satu ke plot lainnya, penonton seakan ikut diajak bertualang bersama Alice di Wonderland. Scene terlucu dari film ini adalah saat Mad Hatter menyembunyikan Alice ke dalam poci teh. Secara keseluruhan, tidak ada ruginya menyaksikan film ini.

Sinopsis lengkap film Ouija

Sinopsis lengkap film Ouija
sinopsis lengkap film ouija


Bagaimana jika Anda tiba-tiba kangen pada seseorang yang sudah meninggal? Ternyata ada sebuah papan yang disebut Ouija, yang dapat membantu untuk bisa berkomunikasi dengan arwah orang yang sudah meninggal. Papan inilah yang dimanfaatkan Elaine Morris (Olivia Cooke) karena ingin berjumpa lagi dengan sahabatnya, Debbie (Shelley Hennig), yang telah meninggal secara mengejutkan setelah melakukan aksi bunuh diri di rumahnya sendiri. (Baca juga: Sinopsis Lengkap Film Fury Dibintangi Brad Pitt)

Papan Ouija sendiri merupakan sebuah papan kayu yang berisi angka, huruf dan simbol, yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan arwah orang yang sudah meninggal. Permainan papan Ouija ini mirip seperti permainan memanggil arwah Jaelangkung di Indonesia. Bedanya, jika Jaelangkung menggunakan media berupa batok kelapa dan dua bilah kayu yang dibentuk salib. Namun, keduanya sama-sama bisa membawa petaka bagi mereka yang memainkannya. (Baca juga: Sinopsis Lengkap Film Solit4ire (2014))

Konon, papan Ouija ditemukan pertama kali di China pada tahun 1100 SM. Namun, baru populer dan banyak dijual pada tahun 1890-an oleh Elijah Bond dan Charles Kennard. Di zaman sekarang, perusahaan mainan Amerika Serikat, Hasbro yang terkenal dengan Monopoly, juga pernah memproduksi papan Ouija. Nah, dalam film ini, Elaine menemukannya di rumah Debbie. Bersama empat sahabatnya, ia pun memainkan papan Ouija untuk memanggil arwah Debbie. (Baca juga: Sinopsis Lengkap Left Behind Dibintangi Nicolas Cage)

Kelima remaja itu merasa penasaran dan ingin bertanya mengenai penyebab kematian Debbie. Namun, keadaan malah berubah jadi kacau dan mencekam. Tanpa disadari, mereka juga telah memanggil salah satu arwah jahat yang ada di rumah tersebut. Arwah Debbie memberi tahu kalau kematiannya diakibatkan oleh papan Ouija yang mereka mainkan. Dalam papan Ouija itulah bersemayam arwah jahat, yang akan menghabisi nyawa siapa saja yang memainkannya.

Hidup Elaine dan para sahabatnya kini dalam bahaya, karena sosok menakutkan yang tidak diinginkan itu telah hadir di tengah-tengah mereka. Arwah jahat itu sekarang mengancam hidup mereka, bahkan juga orang-orang di sekitar mereka. Dapatkah Elaine dan para sahabatnya lolos dari cengkraman teror kematian yang menakutkan dari arwah jahat penghuni papan Ouija itu? Jangan lupa saksikan film yang akan rilis mulai tanggal 24 Oktober 2014 mendatang ini.

Kehadiran film Ouija ini akan menambah deret panjang film-film yang terinspirasi dari papan permainan milik Hasbro. Namun, film yang bergenre horor supranatural ini akan menyajikan cerita horor yang lain dari biasanya. Berhati-hatilah saat menontonnya!